Minggu, 05 Juni 2016

Resensi Buku



Resensi Buku 2
 
Judul               : Habibie (Tak Boleh Lelah dan Kalah)
Penulis             : Fachmi Casofa
Penerbit           : Metagraf, Solo
Cetakan           : Pertama, Februari 2014
Tebal               : xx + 236 Halaman
ISBN               : 978-602-9212-90-7

 Dalam buku Habibie: Tak Boleh Lelah dan Kalah karya Fachmy Casofa. Buku ini memuat kisah perjalanan hidup laki-laki yang pernah menjadi wakil presiden di masa orde baru.
Habibie adalah sosok anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Prestasi dan kecerdasannya berhasil mengangkat martabat bangsa, terutama di bidang teknologi. Sudah kita ketahui bahwa, Habibie adalah salah seorang insinyur yang mampu membuat pesawat dan berhasil melewati uji coba, lalu menerbangkannya. Habibie ingin menunjukkan bahwa, Indonesia juga bisa bersaing dalam dunia teknologi.
N-250/Gatotkaca adalah nama pesawat yang dibuat Habibie dan segenap insinyur IPTN. Pada 10 Agustus 1995 uji coba itu berhasil dilakukan dengan menerbangkannya ke udara di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung. Waktu itu ribuan bahkan jutaan pasang mata dari rakyat Indonesia berbinar terang menyaksikan keberhasilan putra bangsa dengan terciptanya N-250/Gatotkaca.
Ucapan selamat pun mengalir deras dari beberapa pihak, terutama dari Presiden Soeharto dan Ibu negara yang menyatakan kebanggaannya. Namun, Habibie tetap rendah hati. Seolah, Habibie hendak menyatakan bahwa takkan bisa diraih kesuksesan besar apa pun untuk negara tanpa kerja sama yang apik nan harmonis semua pihak berlandaskan visi yang sama.
Kecerdasan Habibie memang nampak sejak kecil. Semasa belianya, selain menggemari naik kuda, kegemaran mengagumkan lainnya dari Habibie adalah membaca buku. Hebatnya, saking getolnya menggali ilmu dari buku, selalu membuat kakaknya, Tri Sri Sulaksmi, kesulitan mengajak Habibie bermain di luar. Bahkan, bila akhirnya sudah berhasil membujuknya bermain di luar pun, Habibie selalu ada saja cara untuk kemudian balik ke rumah, lalu menenggelamkan diri dalam lautan ilmu dengan membaca buku-buku.
Sejak kecil Habibie memang bercita-cita ingin menjadi insinyur. Mungkin karena efek seringnya membaca buku. Waktu itu Habibie sudah tahu gelora apa yang menggedor-gedor dalam dirinya, ke mana ia menyalurkan hasrat intelektualnya dan hendak menjadi apa ia kelak.
Di sekolah, ketika guru tengah membincang cita-cita yang menjadi gelora para muridnya, dengan begitu tegas dan mantapnya Habibie melantangkannya: insinyur! (Sejak usia 14 tahun Habibie sudah digembleng untuk menjadi anak yang mandiri. Pasca kematian ayahnya, sang ibu berinisiatif mengirim Habibie ke Jakarta untuk menempuh pendidikan. Alasan pemindahan tempat belajar Habibie ke Jakarta adalah karena kurangnya jumlah guru di Makassar. Di Jakarta, Habibie tinggal dengan pamannya. Tetapi, karena kondisi rumah pamannya yang banyak anak, Habibie hanya bisa tidur di ruang tamu.
Tetapi, di Jakarta Habibie tidak betah. Dia mengeluh pada ibunya karena cuaca di Jakarta sangat panas. Ibundanya pun memahami dan menyarankan Habibie untuk pindah ke Bandung dan tinggal dengan keluarga Syamsuddin, kepala Kantor Tera untuk Indonesia di Bandung, teman baik Alwi Abdul Jalil, almarhum sang ayah.
Selain berisi kisah hidup Habibie, baik semasa kecil, masa pendidikan, hingga kenangan hidup bersama almarhumah istrinya yang dilengkapi banyak foto, juga berisi gagasan-gagasan cerdas yang mampu membangkitkan semangat generasi muda. Gagasan-gasagan dalam buku ini akan melecut semangat para pemuda yang notabene adalah penerus bangsa.
Menurut Habibie, yang terpenting dalam kehidupan ini adalah karya nyata, bukan sekadar citra yang hanya membuat kita lengah dan pongah dengan citra yang kita tampakkan. Sebab, citra merupakan kulitnya saja, sedangkan karya adalah isi yang berupa kemampuan dan prestasi nyata yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dari buku ini pembaca dapat belajar banyak hal dari sosok Habibie. Bagaimana kegigihannya dalam belajar dan berjuang, sehingga berhasil menggapai cita-cita yang diimpikan. Semangat dan perjuangan hidup Habibie patut menjadi contoh, sehingga kelak generasi muda tidak mudah mengeluh, lelah dan merasa kalah sebelum berjuang.


Resensi Buku



Resensi Buku 1

Judul buku       : Berani Beda dan Istimewa (INSPIRASI SEGAR ala Jokowi, Risma,
                          dan Ahok.)
Penulis             : Riswandi
Penerbit           : Kamea Pustaka
Tahun terbit     : 2014
Tebal halaman : 208 halaman
Harga buku      : Rp 40.000,00

               Buku yang berjudul Berani beda dan istimewa ( inspirasi segar ala Jokowi, Risma dan Ahok), buku ini dikarang oleh Riswandi.  Buku ini menceritakan tiga pemimpin muda yaitu Jokowi, Risma, dan Ahok, ke tiganya mampu menyedot perhatian masyarakat luas dengan gaya kepemimpinannya unik, nyentrik, tegas, dan tentu saja blusukan, ketiga pemimpin itu tidak canggung untuk terjun kelapangan langsung inilah yang disukai oleh masyarakat Indonesia.
                 Rakyat hampir putus asa kala melihat tingkah laku para pejabat atau pemimpin di Indonesia lebih mengutamakan kepentingan diri mereka sendiri atau partai mereka. Rakyat seolah harus berjuan sendiri untuk menghadapi kehidupaan yang semakin sulit, untung saja harapan rakyat akan munculnya pemimpin yang peduli kepada mereka dan tidak pernah meredupkan Harapan itu semakin terlihat saja saat muncul tiga pemimpin yaitu : Ir. Tri Risma harini, M.T , Ir. Joko Widodo, dan Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M mereka telah membuktikan bahwa masih ada pemimpin yang peduli dengan rakyat kecil.
             Ir. Tri Rismaharini, M.T adalah wali kota Surabaya dengan segudang prestasinya dan puluhan penghargaan tingkat Nasional maupun Internasional. Ir. Joko Widodo merupakan Gubernur DKI Jakarta, sekaligus mantan walikota Surakarta dan kini tengah mengajukan diri sebagai capres. Sementara, Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M adalah mantan wakil bupati Belitung Timur yang kini menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta, mendampingi Ir. JokoWidodo. Ketiganya adalah pemimpin muda yang memiliki jam terbang yang cukup berpengalaman. Sebuah pengalaman hidup yang sangat menginspirasi siapa saja yang mau yang mau peduli dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri maupun kepentingan partainya. Dengan gaya kepemimpinannya yang unik, nyentrik dan tegas menjadikan mereka sosok pemimpin negara Indonesia untuk masa depan yang lebih baik dan bisa menjadi negara maju. Mereka muda, berani dan istimewa dari rakyat Indonesia untuk dunia.
              Karena itu, perlu disaluti keberanian dan kerja mereka tiga pemimpin yang sangat luar biasa dan patut dicontoh untuk pemimpin-pemimpin yang lain. Berkat tiga pemimpin tersebut, Indonesia bisa lebih makmur dan lebih sejahtera dan tidak akan ada namanya kemiskinan di negara kita sebab sifat-sifat mereka patut di contoh dan patut ditiru agar bisa memajukan negara kita tercinta yaitu Indonesia.
                    Ketiga pemimpin tersebut sangat patut dicontoh untuk pemimpin yang lain berwibawa, tegas dan tertib. Buku ini sangat cocok terutama untuk para pemimpin yang belum melaksanakan tugasnya dengan baik dan tertib. Sosok yang menginspirasi dari buku ini adalah Ir. Joko Widodo dan Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M. Kedua sosok tersebut patut di contoh dan patut di tiru yang pertama Ir. Joko Widodo yang dulu menjabat sebagai wali kota Surakarta dan sukses membawa Surakarta di kancah nasional setelah itu Jokowi melangkah mengajukan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta dan sukses membawa Jakarata lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya. Berkat kepemimpinan yang baik dan transparan ia diajukan menjadi CAPRES di periode 2014-2018 dan akhirnya Jokowi menjadi Presiden Indonesia untuk lima tahun ke depan. Yang kedua yaitu Ir. Basuki Tjahaya Purnama, M.M pertama kiprahnya di dunia politik iya menjabat sebagai Bupati Belitung Timur dan sukses membawa Belitung Timur menjadi lebih baik dan iya melanjutkan menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta menemani Joko Widodo membawa Jakarta lebih baik selama beberapa bulan. Setelah Joko Widodo diangkat menjadi Presiden Ahok langsung melangkah lebih ke depan, ia saat ini menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kedua sosok tersebut Patut dicontoh dan patut ditiru karena sikap ketegasan mereka bisa membawa negara Indonesia ini lebih maju.

Rabu, 27 April 2016

ANALISIS PILKADA DKI JAKARTA

ANALISIS PILKADA DKI JAKARTA

Pemilihan kepala daerah (Pilkada atau Pemilukada) dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah. Di Indonesia , saat ini pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh penduduk daerah administratif setempat yang memenuhi syarat. Pemilihan kepala daerah dilakukan satu paket bersama dengan wakil kepala daerah Kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dimaksud mencakup:
1.      Gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi
2.      Bupati dan wakil bupati untuk kabupaten
3.      Wali kota dan wakil wali kota untuk kota
Untuk pertama kalinya Indonesia akan menggelar hajat demokrasi lokal lima tahunan sekali secara bersamaan di penghujung tahun 2015.Pemilihan gubernur, bupati dan wali kota secara serentak, menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015, wajib diselenggarakan pada Desember 2015 untuk daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir mulai Januari 2015 hingga Juni 2016.Kemunculan wacana untuk menggelar pilkada serentak pertama kali dimaksudkan untuk menciptakan efektivitas, khususnya dari segi finansial dan waktu. Dalam UU tersebut dijelaskan pelaksanaan pemungutan suara pilkada dilakukan serentak untuk beberapa daerah selama enam gelombang, yakni tahun 2015, 2017, 2018, 2020, 2022, 2023, sebelum akhirnya pilkada serentak secara nasional bersamaan digelar pada 2027. Selama ini, pelaksanaan pemilihan kepala daerah berlangsung berserakan. Dalam satu bulan, sebuah daerah bisa menggelar tiga kali pelaksanaan pilkada, yakni pemilihan gubernur, pemilihan bupati dan pemilihan wali kota. Oleh karena itu, Pemerintah bersama dengan DPR berupaya untuk membuat sebuah sistem pilkada yang efektif dan efisien yakni dengan menyelenggarakan pilkada serentak. Namun, sisa waktu yang singkat sejak UU tersebut disahkan hingga ketentuan waktu pelaksanaannya menyebabkan pihak terkait, yakni Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum, "pontang-panting" dalam mempersiapkan regulasinya. Terkait persiapan peraturan tentang pilkada, KPU pun baru menyelesaikan kewajibannya dalam menyusun peraturan tersebut di saat tahapan pilkada sudah dimulai.

Rangkaian pelaksanaan pilkada serentak dimulai pada 17 April lalu yang ditandai dengan tahapan pembentukan panitia penyelenggara adhoc di tingkat kelurahan dan kecamatan, yakni Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, peserta pilkada adalah pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Ketentuan ini diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang menyatakan bahwa peserta pilkada juga dapat berasal dari pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang. Undang-undang ini menindaklanjuti keputusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan beberapa pasal menyangkut peserta Pilkada dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
Tata cara pengisian formulir penghitungan suara di TPS Pilkada Serentak 2015 dimulai dengan mengisi formulir oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Di antaranya formulir model C-KWK, C1-KWK, C1-KWK lampiran, dan lainnya. KPPS wajib mengisi waktu pemungutan suara. Kemudian tempat pencoblosan, serta jumlah pemilih terdaftar sesuai DPT. Selanjutnya, pemilih dikategorikan menjadi pemilih perempuan dan laki-laki. Pemilih pindahan juga wajib diisi dalam formulir tersebut.
 Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daniel Zuchron mengatakan relawan para calon Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah 2017 harus terdaftar sebagai tim kampanye. Menurut Daniel, hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada. "Termasuk masa kampanye, pelaksana kampanye, dan lain sebagainya. Subyek hukumnya jelas di situ. Aturan tersebut berlaku saat tahapan pilkada sudah dimulai. Hari ini kan tahapan pemilihan umum belum ada, sehingga belum ada peserta pemilunya," ujar Daniel saat dihubungi, Rabu, 27 April 2016. Jika sudah memasuki tahapan pemilu, menurut Daniel, tim kampanye juga diwajibkan menyerahkan rekening khusus dana kampanye. Hal itu tercantum dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2015 tentang Dana Kampanye. "Ketika ditetapkan sebagai calon, dia harus mengumumkan saldo dan lain halnya di dalam itu," katanya. Senada dengan Daniel, Komisioner KPU Ferry Kurnia juga mengatakan bakal pasangan calon harus melaporkan saldo awal dana kampanyenya ketika mendaftar. Mereka juga diwajibkan menyerahkan laporan awal, laporan penerimaan, serta laporan pengeluaran dana kampanye. "Nanti diaudit oleh kantor akuntan publik independen," ujarnya.

Menurut Daniel, sumbangan yang diberikan masyarakat bagi calon-calon kepala daerah harus tercatat dan dilaporkan kepada KPU apabila sudah memasuki tahapan pemilu. "Aktivitas yang terkait dengan kegiatan-kegiatan kampanye kan ada. Bahkan penggalian dukungan, pendanaan, juga masuk dalam pendanaan kampanye," katanya.
Daniel berharap, para relawan harus pandai mengelola aktivitas politiknya agar tidak sampai melabrak rambu-rambu pilkada. "Ketika ada penipuan, penggunaan fasilitas negara, berlaku hukum yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang ada," ujarnya.Bawaslu, kata Daniel, akan siap memproses masyarakat yang merasa dirugikan kemudian melaporkan adanya pelanggaran salah satu pasangan calon. "Kami akan periksa apakah ada pelanggaran hukum. Jika ada, kami sampaikan kepada pihak-pihak terkait," katanya.
Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil alias Emil. Nama tiga tokoh publik ini berkibar lantaran gebrakan-gebrakannya, yang kadang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Cyrus Network, lembaga survei, membuat sebuah penelitian apabila Ahok, Risma, dan Ridwan bertarung dalam ajang pemilihan kepala daerah Jakarta 2017.
Siapa yang dipilih publik?Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto mengungkapkan hasil survei lembaganya. Ketika Ahok dihadapkan dengan Emil, 42 persen responden memilih mendukung Ahok, sementara Emil yang mendapat dukungan 38 persen. Hasilnya tak jauh beda bila Ahok dibandingkan dengan Risma. Mantan Bupati Belitung Timur itu menmperoleh dukungan 42 persen, sedangkan Risma didukung 37 persen responden."Jika Ahok ingin melanjutkan kepemimpinannya untuk periode berikutnya, dia harus bisa segera memperbaiki kinerjanya," ujar Afid--sapaan Dafid Afianto--di D’Consulate, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Mei 2015.Afid menjelaskan, berdasarkan hasil survei opini lembaganya, 20,7 persen responden menyatakan tidak puas dengan pembangunan jalan di Ibu Kota. Sedangkan 23,1 persen responden menyatakan tak puas dengan cara Ahok mengelola fasilitas Transjakarta. Afid menambahkan, kinerja Ahok dalam hal pembangunan jalan dan pelayanan fasilitas bus Transjakarta menjadi sorotan masyarakat.
Namun Ahok dianggap unggul dalam program pengerukan dan normalisasi saluran air. Berdasarkan data lembaganya, ucap Afid, 48,9 persen responden merasa puas dengan kinerja Ahok di sektor itu. Selain itu, Ahok mendapat apresiasi dari responden karena melakukan perubahan dalam hal pengurusan dokumen kependudukan dan perizinan di kelurahan dan kecamatan. "Hampir 52,3 persen responden menyatakan puas dengan kinerja Ahok dalam merombak masalah kependudukan dan perizinan," tuturnya.Peneliti dari Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Philips J. Vermonte, mengatakan kepuasan atas perbaikan masalah perizinan karena Ahok dinilai fokus memperbaiki kinerja bawahannya. "Ahok lebih fokus pada kinerja birokrat, dan dia hantam birokrat yang tak beres," ucapnya.Namun, dalam program tata kota, nilai Ahok kurang. Philips berujar, jika mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur DKI 2017, Risma bakal menjadi pesaing utama Ahok. "Risma memiliki keunggulan dalam tata kelola kota," katanya.Adapun Cyrus Network menyelenggarakan survei opini publik ini pada 23-27 April 2015. Jumlah responden dalam survei tersebut sebanyak seribu dengan proporsi responden laki-laki dan perempuan sebesar 50 : 50 persen. Metode survei yang dipakai ialah wawancara atau tatap muka, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan tingkat kesalahan sekitar 3,1 persen.Pengamat Politik, Rahmat Soleh menilai Pilkada DKI Jakarta masih terhitung lama, namun sudah banyak bakal calon gubernur yang bermunculan mendeklarasikan diri untuk maju bertarung menuju DKI 1. Ia berpesan dalam hal ini perlu di telaah lebih dalam bahwa dalam pertarungan Pilkada IBU KOTA selalu menyajikan pertarungan yang menarik namun dari sekian bakal calon perlu dianalisis lebih dalam tentang siapa yang akan memiliki action opportunity untuk benar-benar maju dan mendapat dukungan warga Jakarta.Untuk mengetahui action opportunity, kita dapat melihatnya dari dua hal.
Pertama, melihat hasil perolehan suara partai politik di DKI Jakarta saat Pemilu Legislatif 2014,Kedua Figur Candidate yang mendapatkan dukungan dari rakyat Jakarta.
Rahmat menjelaskan, Kalo kita lihat yang mendapatkan suara terbanyak di Jakarta pada Pileg 2014, PDIP, Gerindra, PKS. Sedangkan suara Golkar dan Demokrat yang mendapatkan suara signifikan di tingkat nasional namun tidak sukses mendapatkan suara di ibu kota.Berikut gambaran perolehan suara partai politik di DKI Jakarta pada Pemilu 2014;
Ø  PDI-P 27,67%, Gerindra 14,17%, PKS 9,34%, PPP 8,96%, Golkar 8,45%, Hanura 7,39%, Demokrat 7,31%,Nasdem 5,23%, PKB 5,46%, PAN 3,81%, PKPI 1,42% PBB 0,78%.
“Dari perolehan suara tersebut, kita dapat memetakan secara kasar partai mana saja yang memiliki action opportunity untuk memajukan calonnya.”ujar Rahmat di jakarta, kamis(17/03/2016).

Sambung Rahmat, Kemungkinan besar, PDIP, Gerindra, dan PKS akan memajukan tokohnya masing-masing dalam Pilkada kali ini. Ketiga partai ini berani memajukan calon di karenakan memiliki suara yang cukup besar dan tokoh yang layak di majukan.
Sementara, posisi tiga besar ke bawah yang kemungkinan besar akan memajukan calonnya adalah Golkar dan Demorkat. Karena kedua partai ini juga memiliki tokoh yang cukup untuk dimajukan menjadi gubernur. Partai yang tersisa akan sulit memajukan calon di karenakan suara yang tidak signifikan dan tidak memiliki tokoh kuat untuk dimajukan.Ia menjelaskan, Jika kita lihat data-data di atas dalam waktu sekarang, secara kasar kita dapat mempetakan koalisi yang akan terbentuk menjelang Pilkada DKI Jakarta mendatang. Berikut table pemetaan koalisi menjelang pilkada mendatang atau terjadi pilkada hari ini:
·         Koalisi 1: PDIP, Nasdem, Hanura, PKPI
·         Koalisi 2: PKS, Gerindra, PPP, PKB, PAN, PBB
·         Koalisi 3: Golkar, Demokrat
Akan terjadi pembelahan ideologi dalam koalisi ini, yakni nasionalis di koalisi 1 dan 3, dan Islam plus satu nasionalis di koalisi 2. Pembelahan ideologi ini juga akan menciptakan party ID dan menjadi hal penting untuk mendapatkan dukungan kultural dari masing-masing konsituen.(ID)
Pengamat politik dari Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, menilai Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bisa menang dalam Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 mendatang tanpa partai atau jalur independen."Semua orang berpotensi memilih lagi Agok," ujar Ray di kantor PARA Cyndicate, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015).Ray mengatakan alasan publik DKI memilih kembali Ahok lantaran reputasi kinerja yang tergolong bersih, juga popularitas yang baik.Melihat kondisi tersebut, Ray menilai agak sulit jika partai politik hanya mengusung calon Gubernur DKI tanpa persiapan yang matang."Artinya kalau partai tidak siapkan figur kuat lawan Ahok, enggak bisa itu. Partai harus pastikan ada persaingan yang fair dalam suatu pemilu. Itu juga bagian tugas partai," ucap Ray.




DAFTAR PUSTAKA :


Minggu, 20 Maret 2016

ESSAY BAHASA INDONESIA 2# (Pentingnya Dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah Tentang Pengurangan Plastik Bagi Kehidupan)



Pentingnya Dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah Tentang Pengurangan Plastik Bagi Kehidupan

          Ketika berbelanja di minimarket, supermarket, swalayan, pasar ataupun warung kecil biasanya kita mendapatkan kantung plastik secara gratis untuk membawa barang belanjaan yang kita beli. kebiasaan memakai kantung plastik sudah diterapkan sejak lama. Di satu sisi kantung plastik memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan sehari – hari . Namun di sisi lain  tidak banyak  masyarakat yang mengetahui bahwa  kantung plastik akan lama untuk terurai, butuh waktu ratusan tahun plastik tersebut akan terurai. Penggunaan kantung plastik di Indonesia terbilang cukup tinggi. Jumlah timbunan sampah kantung plastik terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir dimana sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya, dari jumlah hampir 95 persen kantung plastik menjadi sampah. Indonesia merupakan Negara kedua di dunia penghasil sampah plastik terbesar ke laut. Peringkat pertama di tempati Tiongkok dengan 262,9 juta ton sampah plastik.
          Namun sekarang konsumen yang berbelanja di minimarket, supermarket, pasar  sudah tidak mendapatkan kantung plastik secara gratis lagi. Mulai minggu (21/02/2016 ) Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) sudah sepakat memberlakukan kebijakan tentang diet kantung plastik atau kantung plastik berbayar untuk mengurangi limbah plastik di Indonesia. kebijakan tersebut sesuai dengan surat edaran kementrian lingkungan hidup dan kehutanan nomor S.1230/PSLB3/2016 tentang harga mekanisme penerapan kantung plastik berbayar dan dasar penerapannya adalah Surat Edaran (SE) Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor S.71/Men LHK II/2015 tentang pembatasan pemberian kantung plastik. SE tersebut berisi imbauan kepada pemerintah daerah (pemda) provinsi maupun kabupaten atau kota termasuk produsen serta pelaku usaha malakukan stimulasi dalam pengurangan dan penanganan sampah plastik.
          Di dalam aturan itu diterapkan bahwa kantong plastik berbayar Rp.200 sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Namun, sejumlah kota memberikan harga yang lebih tinggi agar masyarakat lebih terbebani dan berinisiatif untuk membawa tas belanja sendiri dari rumah. Mulai (21/02/2016) bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional sejumlah kota telah melakukan seremonial pencanangan tas kresek berbayar itu meski dengan harga berbeda. saat ini pelaksanaan ketentuan itu masih dalam tahap uji coba. jika tidak ada masalah ketentuan itu akan terus berlanjut, antara lain dengan akan diatur berdasarkan peraturan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). saat ini pemerintah tengah fokus melakukan sosialisasi dan edukasi penerapan kebijakan plastik berbayar di 23 kota. Mentri mengatakan bahwa pemerintah memfasilitasi dan mendukung seluruh provinsi, kabupaten, kota, hingga kecamatan dan desa untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah melalui program kantung plastik berbayar. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesalah pahaman di masyarakat sekaligus mengedukasi masyarakat agar mengurangi konsumsi kantung plastik ketika berbelanja. Dana dari kantong plastik dipandang oleh YLKI, harus dikelola secara independen atau melalui badan khusus yang dipakai untuk kegiatan pengendalian pencemaran lingkungan.
          Membatasi penggunaan kantung plastik saja tidak cukup karena konsumen juga harus meminimalisasikan pemakaian plastik sebagai pembungkus makanan atau minuman yang dikonsumsi warga. sebab, jika hal tersebut tidak dilakukan maka plastik akan tetap menumpuk. dan plastik yang menumpuk akan menjadi limbah, dan limbah  plastik yang dibuang dilautan bisa menjadi racun bagi tubuh manusia karena kantung plastik yang dibuang ke lautan dapat dengan mudahnya melepas kandungan kimia beracun yang bisa saja diserap atau dimakan oleh biota laut, termasuk ikan biasa yang dikonsumsi manusia. mangingat susahnya mengurangi limbah plastik yang ada di dunia, kebijakan ini tentunya bisa sedikit mengurangi limbah plastik.
          Walaupun APRINDO mendukung kebijakan pemerintah, tetap saja di khawatirkan tren belanja ritel modern yang membutuhkan banyak kantung plastik akan memberatkan konsumen dan menurunkan penjualan. Oleh karena itu, pemerintah juga harus melindungi dan memikirkan kebijakan tersebut lebih jauh supaya semua sektor industri tidak ada yang dirugikan. kebijakan ini juga dikhawatirkan akan membuat pedagang dan konsumen bingung dan terjadi kecurangan saat perarturan sudah ditetapkan. terlebih lagi untuk mengedukasi masyarakat akan kebijakan pemerintah mengenai plastik berbayar tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
          Berdasarkan data Nielsen 2015, penggunaan plastik dari industri ritel seperti swalayan, mini market, supermarket di Indonesia hanya sebesar 26 persen sedangkan penggunaan kantung plastik di pasar rakyat atau pasar tradisional mecapai 74 persen. Tingginya penggunaan plastik di pasar tradisonal seharusnya menyadarkan masyarakat untuk membawa sendiri kantung plastik dari rumah atau tas belanja dari rumah agar penggunaan plastik bisa diminimalisasikan.
          Dalam kebijakan pemerintah untuk mengurangi kantung plastik terdapat pro dan kontra. Hal ini tidak lepas dari sisi plus dan minus dari kebijakan ini. pembatasan peredaran plastik melalui mekanisme pembayaran diharapkan memiliki manfaat bagi lingkungan. Manfaat tersebut adalah terjadinya migrasi pemakaian tas plastik ke tas ramah lingkungan, misalnya membuat plastik dari bahan kain. Kebijakan kantung plastik berbayar bukan tidak adanya sisi minus, apalagi migrasi penggunaan kantung plastik kurang berjalan lancer, maka kebijakan ini justru akan menambah pemasukan peritel dengan menjual kantung plastik.  Berikut adalah pendapat mengenai kebijakan pemerintah mengenai kantung plastik berbayar atau diet kantung plastik :
“ untuk kantung plastik berbayar saya setuju karena dengan diterapkan harga Rp. 200 masyarakat akan berfikir dua kali untuk membeli plastik secara terus menerus berarti mereka akan mengeluarkan uang lebih untuk membayar plastik dan plastik yang sudah dibayar biasanya dirumah tidak terpakai dan akhirnya hanya akan menjadi sampah dan saya sekarang membawa sendiri kantung belanja dari rumah” ujar Aryani seorang ibu rumah tangga.
“saya kurang setuju dengan kantung plastik berbayar karena harga yang di tetapkan terlalu rendah sehingga masyarakat tidak perduli jika hanya membayar dengan harga segitu”. ujar Fita seorang karyawan.
“ saya tidak setuju untuk membayar kantung plastik, karena plastik merupakan sesuatu yang penting dan sangat praktis untuk membawa belanjaan” ujar Irfan seorang pelajar.
          Ternyata belum semua orang atau masyarakat yang menyadari pentingnya manfaat untuk mengurangi kantung plastik karena mereka tidak menyadari akan bahaya yang akan ditimbulkan dan lama nya plastik yang terurai hingga ratusan tahun. Bagi mereka mungkin hanya dengan membayar Rp. 200 tidak terlalu berat, namun pemakaian kantung plastik tetap tidak akan terminimalisasikan apabila banyak masyarakat yang berpendapat demikian. Dampak penggunaan plastik  bagi lingkungan yaitu kantung plastik dapat mengakibatkan banjir, karena menyumbat air dan tanggul yang dapat mengakibatkan banjir bahkan yang terparah dapat merusak turbin waduk. Dari seluruh sampah yang ada di pantai, 57 persen berupa sampah plastik. Sampah ini mengapung dan bahkan hingga tenggelam di samudera pasifik sudah mencapai hampir 100 meter. Dan jika plastik dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai diudara sebagai dioksin. Senyawa ini akan sangat berbahaya apabila terhirup manusia. Dampaknya akan dapat memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan system saraf, dan yang terparah akan dapat memicu depresi.
          Namun ada juga yang masyarakat yang mendukung kebijakan pemerintah ini dengan membawa kantung plastik atau kantung belanja dari rumah. mereka sadar akan bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan plastik terus menerus. Dengan mendukung kebijakan pemerintah tentang pengurangan kantung plastik atau diet plastik, dengan begitu mereka dapat mengurangi dampak negative atau dampak berbahaya dari sampah plastik tersebut.
          Kantung plastik sebenarnya dapat berguna dan tidak hanya menjadi limbah apabila kita dapat mengelola kantung plastik tersebut dengan cara yang benar. cara yang sederhana untuk mengurangi limbah kantung plastik adalah dengan cara membuat kerajinan dari kantung plastik. Kantung plastik tersebut dapat dijadikan tas, tempat pensil atau kantung belanja yang dapat digunakan berulang kali. sudah banyak yang memanfaatkan kantung plastik tersebut dengan menjadikan kerajinan tangan dan kerajinan tersebut dapat dijual dengan harga yang lumayan menguntungkan sehingga dapat menghasilkan uang. kita juga dapat membuat atau membeli kantung plastik yang ramah lingkungan.
          Di Negara maju mereka masih kesulitan untuk mengelola dan mengatasi masalah limbah plastik ini. Di Negara maju mereka berusaha membatasi produksi plastik dan penggunaan kantung plastik karena sampah plastik ini menjadi sesuatu yang dapat meracuni bumi. Semenjak bulan Maret tahun lalu pemerintah Irlandia mengenakan pajak kantung plastik, setiap kantung plastik dihargai 9 pound di Irlandia, cara ini sungguh efektif karena penggunaan kantung plastik di Irlandia telah menyusut hingga mencapai 90%. Kantung plastik berbayar sukses di terapkan di Hongkong, Inggris, dan Belanda (Amsterdam). Dan ketiga Negara tersebut menunjukkan adanya penurunan konsumsi plastik sampai dengan 73 persen dengan program kantung plastik berbayar. Dengan demikian kebijakan ini memberikan harapan baik bagi pengurangan limbah plastik. Saat ini negara – negara lain juga sedang mengikuti pengurangan kantung plastik yang dapat menyebabkan dampak negative bagi kehidupan manusia dan sedang berusaha untuk menemukan teknologi yang tapat untuk mengurangi sampah plastik. Begitu juga Indonesia dengan kebijakan pemerintah yang sudah mulai menetapkan kantung plastik berbayar atau diet kantung plastik merupakan langkah yang tepat dan awal yang baik untuk mengurangi limbah plastik yang akan berbahaya bagi kehidupan sehari – hari. Optimalisasi penerapan kebijakan kantung plastik berbayar mutlak diperlukan demi pencapaian manfaat. Evaluasi dan pengawasan pemerintah juga diperlukan guna memperlancar penerapan serta minimalisassi kontra produktif. Selain itu perlu kebijakan ini mestinya tidak berdiri sendiri, namun berkoordinasi dan sinergis dengan kebijakan lain bahkan dari instansi lain. kebijakan ini butuh diimbangi pembudayaan penggunaan tas ramah lingkungan. kebijakan kantung plastik berbayar sifatnya setengah pemaksaan melalui beban pembelian. Efektifitas pencapaian tujuan hanya untuk masyarakat menengah kebawah. Sedangkan golongan menengah keatas berpotensi tetap memilih membayar kantung plastik. Konsumen pasar atau toko modern justru kebanyakan golongan ini. Oleh karena itu kuncinya butuh sosialisasi dan pembudayaan agar perduli lingkungan. Tips sederhana adalah dengan selalu membawa kantung kain di tas, kendaraan, dan lainnya setiap berpergian.  Sebaliknya pihak penjual dituntut meminimalisasi penjualan kantung plastik. Strateginya bisa dengan menjual tas ramah lingkungan, pembagian gratis  bagi pelanggan atau pembeli dengan nominal tertentu. Maka sebaiknya mari kita semua mendukung program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik, karena masalah lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama.
         
DAFTAR PUSTAKA: