Minggu, 16 November 2014

Peraturan Pemerintah Melalui Kementerian Koperasi Pada Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)

PERATURAN
KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM
REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 07/Per/M.KUKM/IX/2011
TENTANG 
PEDOMAN PENGEMBANGAN KOPERASI SKALA BESAR

a.  bahwa untuk mewujudkan visi dan misi Kementerian
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam mengembangkan koperasi sebagai badan usaha yang sehat dan memiliki daya saing global,maka pemberdayaan koperasi harus diarahkan pada pengembangan koperasi skala besar yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi;
b.  bahwa dalam rangka pelaksanaan pengembangan
koperasi skala besar, perlu peningkatan peran dan
koordinasi antara pemerintah, pemerintah provinsi/
kabupaten/ kota dan pemangku kepentingan lainnya;
c.  bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia tentang Pedoman Pengembangan Koperasi Skala Besar;


Pasal 1 
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan :
1.    Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau Badan Hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan;
2.    Koperasi Primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang seorang dengan jumlah anggota paling sedikit sebanyak 20 (dua puluh) orang;
3.    Koperasi Sekunder adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan badan hukum koperasi dengan jumlah anggota paling sedikit minimum 3 (tiga) koperasi;
4.    Koperasi Skala Besar adalah koperasi berkualitas yang memenuhi kriteria asset, omset, dan jumlah anggota terbesar diwilayah Provinsi;
5.    Koperasi Berkualitas adalah koperasi sebagai badan usaha aktif yang dicirikan oleh prinsip-prinsif kohesifitas dan partisipasi anggota yang kuat dengan kinerja usaha yang semakin sehat dan berorientasi kepada usaha anggota serta memiliki kepedulian sosial;
6.    Aset Koperasi adalah kekayaan yang dimiliki koperasi meliputi aktiva lancar, dan aktiva tetap;
7.    Omset Koperasi adalah total nilai penjualan/pendapatan barang/jasa koperasi pada tahun buku yang bersangkutan;
8.    Modal Sendiri adalah modal yang menanggung resiko atau disebut modal equity dan berasal dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Dana Cadangan dan Hibah;
9.    Modal pinjaman adalah modal yang diperoleh dari anggota, koperasi lainnya dan/atau anggotanya, bank dan lembaga keuangan lainnya, penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, serta sumber lain yang sah, yang wajib dikembalikan oleh koperasi;
10. Modal penyertaan adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang ditanamkan oleh pemodal untuk menambah dan memperkuat struktrur permodalan koperasi dalam meningkatkan kegiatan usahanya.
11. Dinas adalah Instansi Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang membidangi pembinaan dan pengembangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;
12. Koperasi Simpan Pinjam selanjutnya dalam peraturan ini disebut ”KSP” adalah koperasi yang melaksanakan kegiatan usahanya hanya usaha simpan pinjam;
13. Koperasi Produsen adalah adalah koperasi yang anggotanya memiliki rumah tangga usaha atau perusahaan sendiri-sendiri tetapi tetap bekerjasama
dalam wadah koperasi untuk menghasilkan dan memasarkan barang atau jasa serta kegiatan utamanya menyediakan pengoperasian atau pengelola sarana produksi bersama;
14. Koperasi Konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang atau jasa dan kegiatan atau jasa utama adalah melakukan pembelian bersama;
15. Koperasi Jasa adalah koperasi yang anggotanya para penghasil jasa untuk memenuhi kebutuhan akhir dari para pemakai jasa yang dihasilkan, dan kegiatan usaha koperasi ini untuk memenuhi kebutuhan para anggota dan menghasilkan jasanya;
16. Koperasi Pemasaran adalah koperasi yang anggotanya para produsen atau pemilik barang atau penyedia jasa, dimana kegiatan utamanya adalah
melakukan pemasaran bersama atas produk dan jasa yang dihasilkannya;
17. Kemitraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil dangan usaha menengah dan/atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah dan/atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan;
18. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
19. Menteri adalah Menteri yang membidangi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;
20. Pemerintah Daerah Provinsi adalah Gubernur dan perangkat Daerah Provinsi sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Provinsi;
21. Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Walikota dan perangkat daerah Kabupaten/Kota sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Kabupaten/Kota;
22. Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten atau Kota yang membidangi
Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;
23. Tim Plan Coordinate Do Check Act (PCDCA) adalah Tim yang bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan program Pengembangan Koperasi Skala Besar;
24. Tim Monitoring dan Evaluasi adalah Tim yang bertugas memantau dan mengevaluasi kinerja Tim Pelaksana program Pengembangan Koperasi Skala
Besar;
25. Tim Penanggung Jawab Wilayah Kerja adalah Tim yang bertugas mengarahkan, mengkoordinasikan, dan memantau kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim
Pembina dan Tim Pembantu Pembina serta menjalin kemitraan dengan pihak-pihak terkait dengan program Pengembangan Koperasi Skala Besar di
provinsi yang menjadi tanggung jawabnya;
26. Tim Pembina adalah Tim yang bertugas mengarahkan, mengkoordinasikan serta memandu Tim Pembantu Pembina untuk mewujudkan koperasi skala besar di provinsi yang menjadi tanggung jawabnya;
27. Tim Pembantu Pembina adalah Tim yang bertugas melakukan perencanaan , pelaksanaan dan pelaporan program Pengembangan Koperasi Skala Besar yang menjadi tanggung jawabnya;
28. Tim Pengembangan Koperasi Skala Besar tingkat Provinsi adalah Tim yang bertugas mengarahkan, mengkoordinasikan serta memandu Tim Pengembangan Koperasi Skala Besar tingkat Kabupaten/Kota untuk mewujudkan koperasi skala besar diwilayah provinsi;
29. Tim Pengembangan Koperasi Skala Besar tingkat Kabupaten/Kota adalah Tim yang bertugas melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan program Pengembangan Koperasi Skala Besar yang menjadi tanggung jawabnya.




Kamis, 03 Juli 2014

Membuat Paragraf dan Pertanyaan 5W+1H



Competition During the Holidays

On the next holiday , my friends and i are going to have competition. five  people are going to take part, fretty, nida, noe , sisca and i. the competition require a lot of thought.someone is going to take us to pelabuhan ratu,about 100 kilometers from here. none of us are going to have any money. the aim of the competition is to see who can get back to Bandung first. the first one will be the winner.

It’s going to be difficult . i know that the others already have some ideas. fretty is going hitchhike. she is hoping she is going to be lucky. nida is going to go to an army barracks to ask wether anyone from there is going to take a trip to Bandung. then she’s going to ask for a ride. noe says she’s going to get on a train. sisca is also going to try to board a train. they will have to be careful because they’re going to be traveling without a ticket. i still don’t know what i’m going to do. maybe I'll take a bus or a vehicle that will go to Bandung


  •  Noun (kata benda)           :   People,  fretty, nida, noe , sisca , pelabuhan ratu                                              Bandung, train , ticket, bus , vehicle, money
  •      Adjective ( kata sifat)  : Difficult, lucky, winner
  •   Verb (kata kerja)             :Competition, going to, take, ask, ride,  traveling,get                                                                                                                                                                                                                          


Question:

  1. What does the text talk about ?
  2. Where they want to go ?
  3. When they will go ?
  4. Who people are going to take part ?
  5. Why the competition require a lot of thought ?
  6. How each of them in order to win the competition ?



Kamis, 05 Juni 2014

Letter of inquiry



Astri Dianti Lestari
Jl.Tebet Timur Dalam IXE N0.27
Jakarta Selatan 

June 05, 2014

Mr. Sanjaya Sentosa
PT. Bumi Sentosa Damai
Jl. Cendrawashi No. 72A
Palangkaraya

Dear Mr.Sanjaya Sentosa,

I am a graduate student in management at Gunadarma University. I am currently looking for a position related to finance staff in the your company. I have some skills to make financial statements.

I am a hard worker, able to work in individual and in team. I certainly believe that I am competent to meet challenging tasks and can make a good contribution to your company.



Enclosed is my resume, which indicates in some detail my training and experience. I sincerely hope that my qualifications are of interest to you and that an interview might be arranged at your convenience.

Thank you for your consideration. I look forward to hearing from you soon.




Sincerely yours,



Astri Dianti Lestari

CONTOH KALIMAT PARALLELISME

1. Both ... And .... ( Baik .... Maupun ... )
  •  Devina shops both in the mall and in the market.(susan berbelanja baik di mall dan di pasar)
  • The research project will take both time and money.(Penelitian ini akan memerlukan keduanya, baik waktu dan uang)
  •  Both my sister and I are watching TV.(baik saudara perempuan saya dan saya sedang menonton TV)

2. Either ... Or ... ( Baik .... Ataupun .... )
  •  You should give them either Black Tea or Herb Tea ( Kau harus memberikan mereka Teh Hitam atau Teh Herbal )
  •  You can either go or stay.(Kamu pergi juga boleh, tinggal juga bisa)
  •  I am going to take either mathematics or physics next semester.(Saya akan mengambil baik matematika atau fisika semester berikutnya.)
 3. Neither ... Nor ... ( Baik ... Ataupun Tidak ... )
  •  Neither student nor teachers aren't allowed to smoke. (Baik siswa maupun guru tidak diperbolehkan untuk merokok)
  •  neither riko nor ahmad comes to school late. (baik riko maupun ahmad datang ke sekolah terlambat)
  •  Rere walks neither fast nor slowly. (rere berjalan tidak cepat atau lambat)
 4. Not Only ... But Also ... ( Tak hanya ... Tapi juga ... )
  • Not Only ... But Also ... ( Tak hanya ... Tapi juga ... )
  • Maudy sings not only confidentely but also beautifully.(Maudy bernyanyi tidak hanya percaya diri  tetapi juga indah)
  •  yestrday it not only rained but also snowed.(kemarin bukan hanya hujan tetapi juga turun salju/bersalju)